Puisi matematikaku
MATEMATIKA CINTA
Rudi Efendi
1 + 1 – 1,
Itulah cintaku
Seperti lingkaran
Yang tak pernah habis
Dimakan oleh detik detik waktu
Seperti angka 0,
tak kan bisa dibagi,
jika dipaksa, ia akan minus alias mati!
Cintaku,
Seperti angka tegak berdiri
Sendiri, tanpa orang lain
Dan cintaku,
Seperti perkalian yang tak habis oleh sisa waktu
Sahabat
SEMPATKANLAH
Hitunglah cintaku, Ibu!
Rudi efendi
Beribu pengorbananmu
Beribu cinta tlah kau berikan untukku
Diriku 1,
Tapi cinta dan sayangku 1000 untukmu
Cintaku bagaikan lingkaran dan aljabar untukmu
Lingkaran yang tak pernah ada sudut batasnya
Aljabar yang berisi banyak suku:
Variabelnya dirimu, Ibu
Dan koefisiennya diriku
Yang selalu membutuhkanmu dan bisa berpisah darimu
Waktu terus berjalan, dan berjalan
Tapi,
Kasihku padamu Ibu, tak kan pernah habis
Bagaikan beribu bintang di langit
Himpunan cintaku ku berikan padamu
Himpunan cinta yang tak kan pernah habis dan berbatas, untukmu.
Sahabat
Rudi efendi
Persahabatan kita seperti lingkaran
Yang tidak ada batas sudutnya
Kau bagaikan jari-jari dan akulah diameternya
Dimana diameter tanpa jari-jari tidak akan ada
Engkau seperti pusat lingkaran yang slalu ada di tengah-tengah kehidupanku
Aku bagaikan konstanta jika tanpamu
Oleh karena itu,,,,
Kita bagaikan bentuk al-jabar yang terdiri dari beberapa suku dan terbentuk menjadi satu.
Rudi efendi
Hidup hanya sekali
Dosa jangan di tambah
Pahala jangan di kurangi
Cinta jangan di bagi
Manfaatkan kesempatan itu sebaik baik mungkin
Karena bisa jadi kesempatan untuk mengurangi dosa , Untuk menambah pahala
Untuk hidup tidak datang dua kali
Komentar
Posting Komentar